<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="81">
<titleInfo>
<title>PENERAPAN TERAPI EMOSIONAL PADA TN ??? A ??? TERHADAP PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT PELAMONIA TINGKAT II MAKASSAR</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSYADI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>telah disahkan pada tanggal 06 September 2017</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>20 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kata kunci: Perilaku kekerasan, risiko mencederai diri, orang lain dan
lingkungan.
Latar Belakang: Perilaku kekerasan adalah tingkah laku individu yang
ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak
menginginkan datangnya tingkah laku tersebut. Resiko perilaku kekerasan
sering dipandang sebagai rentang dimana agresi verbal di satu sisi dan perilaku
amuk (violence) di sisi lain yang diakibatkan oleh keadaan yang menimbulkan
emosi, perasaan frustasi, benci atau marah.
Tujuan: Untuk mengetahui penerapan terapi emosional pada pasien
perilaku kekerasan di rumah sakit.
Hasil: Setelah dilakukan pengkajian selama tiga hari, diagnosa
keperawatan yang muncul pada . Tn ???A??? adalah risiko mencederai diri,
orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan. Setelah
dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x pertemuan sesuai rencana
tindakan keperawatan didapatkan klien dapat membina hubungan saling
percaya, klien mampu menyebutkan penyebab perilaku
kekerasan, klien mampu menyebutkan akibat perilaku kekerasan, klien
mampu mendemonstrasikan cara konstruktif dalam berespon terhadap
kemarahan dan klien dapat minum obat dengan benar.
Kesimpulan: Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada klien
dengan perilaku kekerasan membina hubungan saling percaya dapat
menciptakan suasana terapeutik dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan yang diberikan, sehingga klien menjadi nyaman.</note>
<subject authority=""><topic>Terapi Emosional</topic></subject>
<classification>003</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN                STIKES GUNUNG SARI Repositori Perpustakaan STIKES Gunung Sari</physicalLocation>
<shelfLocator>003-KTI-2017 ROS p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">003-KTI-2017</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>003-KTI-2017 BLE a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="61" url="" path="/ROSYADI.141004-003.pdf" mimetype="application/pdf">PENERAPAN TERAPI EMOSIONAL PADA TN ??? A ??? TERHADAP PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT PELAMONIA TINGKAT II MAKASSAR</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>81</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-08 10:32:32</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-08 10:33:12</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>